Humaniora: Kabupaten Bandung targetkan imunisasi polio 324 ribu balita

Lely

Humaniora: Kabupaten Bandung targetkan imunisasi polio 324 ribu balita

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan  Pemerintah Kabupaten Bandung bergerak cepat memberikan imunisasi polio pada 324.212 ribu balita di seluruh Kabupaten Bandung.

“Beberapa waktu lalu telah terjadi kasus polio yang menyerang di wilayah Jawa Barat. Pemkab Bandung berusaha gerak cepat segera mengatasi penyakit polio dengan melakukan imunisasi kepada 324.212 ribu balita usia 0-59 bulan yang ditargetkan minimal 95 persen,” kata Dadang Supriatna di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin.

Polio merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang sangat berbahaya dikarenakan dapat menyebabkan lumpuh layu.

Karenanya, untuk mengantisipasi penyakit berbahaya itu, pihaknya memberikan vaksin polio kepada bayi dan balita, sebab kasus polio telah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa Barat.

Baca juga: Jabar targetkan imunisasi 6,5 juta balita

“Pemkab Bandung mengerahkan seluruh fasilitas Kesehatan mulai dari Posyandu, Puskesmas, hingga Rumah Sakit untuk melaksanakan imunisasi polio secara serentak mulai Senin ini,” tuturnya.

Berita Terkait :  Humaniora: Abdul Mudzakir, "hacker" muda penemu "bug" Google (Bag 1)

Meski saat ini di bulan Ramadhan, Dadang menyebutkan bahwa hal ini bukan menjadi alasan bagi para aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bandung untuk tidak maksimal dalam bekerja, termasuk dalam mengantisipasi polio.

“Sebab salah satu bentuk rasa syukur pada Allah SWT adalah adanya peningkatan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat dengan diniatkan sebagai ibadah,” ucapnya.

Pemberian imunisasi serentak di Kabupaten Bandung, termasuk dalam Sub PIN Polio yang dilaksanakan sebanyak dua putaran, yakni yang dimulai tanggal 3-9 April dan dilanjutkan pada putaran kedua di bulan Mei.

“Ayo, bapak dan ibu warga Kabupaten Bandung, segera bawa anaknya untuk diimunisasi polio, gratis,” tutur Dadang.

Pemberian vaksinasi serentak di Kabupaten Bandung, menyusul ditemukannya kasus positif  Polio di Kabupaten Purwakarta pada 14 Maret 2023 silam, yang menyebabkan status penyakit Polio ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa Barat.

Berita Terkait :  Humaniora: Sandiaga Uno dukung Sumbar jadi pusat wisata berbasis kesehatan

Indonesia sendiri sudah mendapatkan sertifikat bebas Polio dari World Helath Organization (WHO) sejak tahun 2014. Namun, karena adanya pandemi COVID-19 cakupan imunisasi dalam kurun waktu tahun 2019-2021 menurun.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, sebanyak 1,7 juta bayi usia nol sampai sebelas bulan tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Terjadinya penurunan cakupan imunisasi akan mengakibatkan timbulnya daerah kantong yang berpotensi menjadi sumber KLB Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

Penyakit Polio merupakan penyakit yang berpotensi mewabah yang dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan dan kematian pada anak.

Untuk memutus rantai penularan virus polio di seluruh Jawa Barat dilaksanakan kegiatan Sub PIN Polio mulai tanggal 3 April 2023 secara serentak di seluruh Jawa Barat, dengan melakukan kegiatan Outbreak Respon Immunization (ORI).*

Baca juga: Komisi IX DPR minta pemerintah jemput bola optimalkan imunisasi polio

Sumber: Antara.

Bagikan:

Tags