PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUM DESA Pasal 31-41

Pasal  31

(1)   Pengawas sebagaimana climaksud dalam Pasal 28 berwenang: a.   bersama  dengan penasihat  dan  pelaksan~ operasional,   membahas   dan  menyepak~ti anggaran  rumah  tangga  BUM  Desa/ BUM  Desa bersama dan/atau  perubahannya; b.      bersama dengan penasihat, menelaah rancangan rencana  program kerja yang diajukan  oleh pelaksana operasional untuk diajukan kepada Musyawarah  Desa/Musyawarah  Antar  Desa; c.   bersama   dergan   penasihat,   memberikan persetujuan   atas   pinjaman   BUM    Desa/BUM Desa  bersama   dengan  jumlah   tertentu sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar BUM Desa/BUM  Desa bersarna; d.   bersama   dengan   penasihat,   memberikan persetujuan  atas  kerja  sama  BUM   Desa/BUM Desa bersama dengan nilai, jumlah investasi, dan/atau   bentuk  kerja   sama  tertentu  dengan pihak  lain  sebagaimana  ditetapkan  dalam Anggaran  Dasar BUM Desa/BUM  Desa bersama; e.    bersama  dengan  penasihat  dan  pelaksana operasional,  menyusun  dan  menyampaikan analisis  keuangan,   rencana  kegiatan  dan kebutuhan  dalam rangka  perencanaan penambahan modal Desa dan/atau masyarakat Desa    untuk     diajukan     kepada    Musyawarah Desa/ Musyawarah Antar Desa; f.       atas   perintah   Musyawarah    Desa/Musyawarah Antar    Desa,    melaksanakan   dan   melaporkan audit investigatif dalam hal terdapat indikasi kesalahan  dan/ atau kelalaian dalam pengelolaan BUM  Desa/BUM  Desa bersama  yang berpotensi dapat     merugikan     BUM      Desa/BUM      Desa bersama;  dan (2)      Pengawas   sebagaimana    dimaksud   pada   ayat    (1)

bertugas:

a.  melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan dan jalannya pengurusan BUM Desa/BUM  Desa  bersama  oleh   pelaksana operasional termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan  program kerja,  sesuai  dengan Anggaran       Dasar,       keputusan     Musyawarah Desa/ Musyawarah       Antar       Desa,       dan/ atau ketentuan peraturan perundang-undangan; b.    mclakukan audit investigatif terhadap laporan keuangan BUM Desa/BUM  Desa bersama; c.     menyampaikan laporan hasil pemeriksaan atau pergawasan tahunan kepada Musyawarah Desa/Musyawarah  Antar  Desa; d.    melakukan telaahan atas laporan semesteran pelaksanaan  pengelolaan Usaha BUM Desa/BUM Desa bersama  dari  pelaksana operasional  untuk diajukan kepada penasihat; e.     bersama dengan penasihat, menelaah rencana program kerja yang diajukan  dari pelaksana operasional untuk diajukan kepada Musyawarah Desa/NMusyawarah  Antar  Desa; f.       bersama dengan penasihat,  melakukan  telaahan atas laporan tahunan pelaksanaan pengelolaan Usaha BUM Desa/BUM Desa bersama oieh pelaksana operasional  sebelum diajukan  kepada Musyawarah  Desa/Musyawarah  Antar  Desa; g.     bersama penasihat, menelaah laporan tahunan pelaksanaan  pengelolaan Usaha BUM Desa/BUM Des~  bersama   untuk   diajukan   kepada Musyawarah  Desa/Musyawarah  Antar  Desa;  dan
Berita Terkait :  PP No. 5 Tahun 2021 Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
h.       memberikan penjelasan  atau  keterangan  tentang hasil     pengawasan    dalam     Musyawarah     Desa dan/atau  Musyawarah Antar  Desa.

Pasal  32

Pelantikan  pelaksana operasional dan pengawas dilakukan oleh  Kepala  Desa.

Pasal 33

(1)      Gaji dan tunjangan penasihat, pelaksana operasional, dan pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal  15 huruf b,  huruf c,  dan huruf d  diatur penjabaran dan perinciannya  dalam  Anggaran  Dasar  dan/atau anggaran  rumah  tangga BUM  Desa/BUM  Dcsa bersama. (2)     Ketentuan  mengenai gaji  dan tunjangan sebagammana dimaksud    pada   ayat   (1)     diatur   sesuai    dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan mempertimbangkan    kemampuan   BUM    Desa/BUM Desa bersama serta dilandasi semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan. Bagian Kedua Pegawai  BUM Desa/BUM  Desa bersama

Pasal  34

(1)    Pegawai BUM Desa/BUM Desa bersama merupakan pegawai yang pengangkatan, pemberhentian, hak dan kewajibannya berdasarkan  perjanjian kerja  sesuai dengan ketentuan peraturan ·perundang-undangan mengenai  ketenagakerjaan. (2)     Pegawai BUM  Desa/BUM  Desa bersama  sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  terdiri  atas: a.       sekretaris; b.       bendahara;  dan c. pegawai  lainnya. (3)     Sekretaris den  bendahara bertugas untuk membantu pelaksanaan .  wewenang    dan     tugas     pelaksana operasional. (4)   Pengangkatan dan pemberhentian  sekretaris dan bendahara diputuskan  melalui Musyawarah Desa/Musyawarah Antar Desa dan ditetapkan oleh pelaksana  operasional. (5)   Pengangkatan dan pernberhentian pegawai lainnya ditetapkan oleh  pelaksana operasional.

Pasal 35

(1)      Pegawai  BUM  Desa/BUM  Desa bersama  memperoleh penghasilan yang adil  dan layak sesuai dengan beban pekerjaan,  tanggung jawab,  dan kinerja. (2)     Penghasilan  pegawai  BUM  Desa/BUM  Desa bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a.       gaji;  dan/atau b.     tunjangan dan rnanfaat lainnya sesuai dengan kemampuan keuangan BUM Desa/BUM Desa bersama.

Pasal  36

Dalam  rangka  peningkatan   kompetensi, pegawai,   BUM Desa/BUM   Desa  bersama  melaksanakan   program peningkatan  kapasitas sumber daya manusia. BAB V

RENCANA PROGRAM KERJA

Pasal 37

( 1)        Pelaksana operasional  menyusun rancangan  rencana program    kerja    BUM    Desa/BUM     Desa    bersama sebelum dimulainya tahun  buku yang akan datang. (2)      Rancangan  rencana  program  kerja  BUM  Desa/ BUM Desa bersama  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat (1) disampaikan  kepcda  penasihat  dan  pengawas untuk ditelaah. (3)     Hasil  telaahan   rancangan   rencana   program  kerja BUM   Desa/BUM   Desa  bersama   sebagaimana dimaksud  pada  ayat  (2)   diputuskan  dalam Musyawarah Desa/Musyawarah Antar Desa sebagai rencana    program    kerja    BUM     Desa/BUM     Desa bersama. (4)   Dalam hal pelaksana operasional tidak menyusun rancangan  rencana  program  kerja  BUM  Desa/ BUM Desa bersama  sebagaimana dimaksad  pada  ayat (1), berlaku rencana program kerja BUM Desa/BUM  Desa bersama tahun sebelumnya.
Berita Terkait :  PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUM Desa Pasal 42-56

Pasal 38

Rencana program kerja BUM Desa/BUM Desa bersama sebagaimana  dimaksud  dalam   Pasal   37   ayat  (3)   paling sedikit memuat: a.      sasaran   usaha,     strategi program    kerja/kegiatan bersama; usaha, kebijakan, dan BUM Desa/ BUM     Desa b.      anggaran BUM Desa/BUM Desa bersama yang dirinci atas setiap anggaran program kerja/ kegiatan;  dan c.       hal   lain   yang  memerlukan  keputusan   Musyawarah Desa/Musyawarah  Antar  Desa. BAB VI

KEPEMILIKAN, MODAL,  ASET,  DAN PINJAMAN BUM DESA/BUM  DESA BERSAMA

Bagian Kesatu Kepemilikan

Pasal 39

(I)     Seluruh atau sebagian  besar kepemilikan modal BUM Desa/BUM   Desa  bersama  dimiliki   oleh    Desa  atau bersama Desa-Desa. (2)     Besaran  kepemilikan  modal   BUM  Desa/BUM  Desa bersama sebagaimana  dimaksud pada ayat   (1) dinyatakan  dalam Anggaran  Dasar  BUM  Desa/BUM Desa bersama. Bagian Kedua Modal

Pasal 40

(1)     Modal BUM Desa/BUM  Desa bersama  terdiri atas: a.      penyertaan modal Desa; b.      penyertaan modal masyarakat Desa;  dan c.      bagian  dari  laba   usaha yang   ditetapkan dalam Musyawarah    Desa/Musyawarah    Anrar    Desa untuk menambah modal. (2)     Modal   awal   BUM  Desa/ BUM  Desa   bersama  dapat berasal dari: a. penyertaan modal Desa; dan b. penyertaan modal Desa dan penyertaan masyarakat Desa. (3)     Penyertaan modal Desa scbagaimana dimaksud  pada ayat   ( 1)   huruf a  bersumber dari APB Desa atau  APB Desa  masing-masing Desa, yang  ditetapkan dengan Peraturan Desa  atau Peraturan Bersama Kepala Desa. (4)  Penyertaan modal masyarakat Desa sebagaimana dimaksud  pada ayat   (1)   huruf b  dapat berasal  dari lembaga berbadan hukum, lembaga tidak  berbadan hukum,   orang  perseorangan,   gabungan  orang  dari Desa dan/atau Desa-Desa setempat.

Pasal  41

(1)     Penyertaan  modal   Desa  dan/atau  masyarakot  Desa dapat dilakukan untuk: a.       modal    awal    pendirian    BUM   Desa/BUM    Desa bersama;  dan/ atau b.       penambahan    modal     BUM     Desa/BUM     Desa bersama. (2)     Penyertaan modal  Desa  sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  berupa: a.       uang;  dan/atau b.       barang selain tanah dan  bangunan. (3)   Penyertaan modal  masyarakat  Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  berupa: a.       uang;  dan/atau b.       barang   baik    tanah   dan   bangunan   maupun bukan tanah dan bangunan. (4)  Penyertaan  modal  Desa dan  penyertaan  modal masyarakat  Desa   sebagaimana  dimaksud  pada  ayat (2)    dan   ayat   (3)   dibahas   dan   diputuskan   dalam Musyawrah  Desa dan/atau  Musyawarah  Antar  Desa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2021 PT KREASIK KARYA MEDIATAMA | Kreasik Network