PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa Pasal 21-30

Paragraf 2

Penasihat

Pasal 21

(1)      Penasihat   sebagaimana   dimaksud   dalam  Pasal   15 huruf b dijabat  secara rangkap oleh  Kepala  Desa. (2)     Kepala   Desa  sebagaimana  dimaksud   pada  ayat  (1) dapat memberi kuasa kepada pihak lain untuk melaksanakan fungsi  kepenasihatan. (3)     Pihak   lain   sebagaimana   dimaksud   pada   ayat   (2) ditetapkan  jumlah   keanggotaan,    pengorganisasian, hak dan kewajiban, serta kewenangannya dengan mempertimbangkan ptofesionalitas atau keahlian, efektivitas    dan   efisiensi,    sesuai    dengan perkembangan, kemampuan, dan kebutuhan BUM Desa/BUM  Desa bersama. (4)     Jumlah,  pengorganisasian,  hak dan kewajiban,  serta kewenangan pihak lain  scbagaimana  dimaksud  pada ayat (3)  dibahas  dan diputuskan  dalam Musyawarah Desa/Musyawarah Antar Desa dan dinyatakan dalam Anggaran  Dasar  BUM Desa/BUM  Desa bersama.

Pasal 22

Dalam   hal   penentuan   penasihat   bagi   BUM   Desa bersama, dapat dibentuk dewan penasihat yang pelaksanaan kepenasihatannya dilakukan secara kolektif kolegial. Jumlah,  pengorganisasian,  hak dan kewajiban,  serta kewenangan  penasihat   BUM   Desa   bersama diputuskan dalam Musyawarah Antar Desa dan dinyatakan    dalam    Anggaran     Dasar    BUM     Desa bersama  dcngan  mempertimbangkan  efektivitas dan efisiensi,  sesuai  dengan perkembangan,  kemampuan, dan kebutuhan  BUM Desa bersama. Ketentuan mengenai tata kerja dewan penasihat  BUM Desa  bersama  diatur  dalam  Anggaran   Dasar   BUM Desa bersama.

Pasal 23

( 1)       Penasihat   sebagaimana   dimaksud   daiarn   Pasal   21 berwenang: a.     bersama pelaksana operasional dan pengawas, membahas dan menyepakati anggaran rumah tangga BUM Desa/BUM  Desa bersama dan/atau perubahannya; b.      bersama dengan pengawas,  menelaah rancangan rencana program kerja yang diajukan  oleh pelaksana  operasional   un tuk  diaj ukan  kepada Masyawarah  Desa/Musyawarah  Antar  Desa; c        menetapkan      pemberhentian        secara      tetap pelaksana operasional  sesuai  dengan keputusan Musyawarah  Desa/Musyawarah  Antar Desa; d.      dalam keadaan  tertentu  memberhentikan  secara sementara pelaksana operasional dan mengambil alih    pelaksanaan  operasional   BUM   Desa/ BUM Desa bersama; e.    bersama dengan pelaksana  operasional  dan oengawas,      menyusun     dan     menyampaikan analisis  keuangan,   rencana  kegiatan  dan kebutuhan    dalam   rangka   perencanaan penambahan modal Desa dan/atau masyarakat Desa  untuk diajukan kepada Musyawarah Desa/Musyawarah  Antar  Desa; f.    melakukan telaah ~tas laporan pelaksanaan pengelolaan    Usaha    BUM     Desa/BUM     Desa bersama oleh  pelaksana operasional dan laporan pengawasan oleh pengawas sebelum diajukan kepada   Musyawarah   Desa/Musyawarah   Antar Desa dalam laporan  keuangan; g.       menetapkan     penerimaan      atau     pengesahan laporan  tahunan BUM  Desa/BUM  Desa bersama berdasarkan keputusan Musyawarah Desa/Musyawarah  Antar Desa; h.   bersama   dengan   pengawas,    memberikan persetujuan   atas   pinjaman    BUM    Desa/ BUM Desa  bersama  dengan  jumlah   tertentu sebagaimana ditetapan dalam Anggaran Dasar BUM Desa/BUM Desa bersama;  dan 1.              bersama      dengan      pengawas,        memberikan persetujuan  atas  kerja  sama  BUM   Desa/ BUM Desa bersama dengan nilai, jumlah investasi, dan/atau   bentuk   kerja  sama  tertentu  dengan pihak  lain  sebagaimana  ditetapkan  dalam Anggaran  Dasar  BUM Desa/BUM  Desa  bersama. (2)      Penasihat   sebagaimana   dimaksud    pada   ayat   ( 1) bertugas: a.      memberikan    masukan    dan    nasihat    kepada pelaksana operasional dalam melaksanakan pengelolaan BUM Desa/BUM  Desa bersama; b.      menelaah rancangan rencana program kerja dan menetapkan rencana program kerja BUM Desa/BTJM    Desa    bersama   berdasarkan keputusan   Musyawarah   Desa/Musyawarah Antar  Desa; c.       menampung    aspirasi     untuk    pengembangan usaha   dan  organisasi    BUM   Desa/ BUM   Desa bersama sesuai dengar Anggaran Dasar dan anggaran rumah t~ngga; d.      bersama       pengawas,         menelaah       laporan semesteran atas pelaksanaan  pengelolaan usaha BUM Desa/ BUM Desa bersama; e.       bersama  pengawas,  menelaah  laporan  tahunan atas pelaksanaan pengelolaan usaha BUM Desa/BUM     Desa    bcrsama     untuk     diajukan kepada Musyawarah Desa/Musyawarah Antar Desa;
Berita Terkait :  Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 PP 21 Tahun 2020
f.       memberikan pertimbangan dalam pengembangan usaha   dan  organisasi   BUM   Desa/BUM   Desa bersama sesuai dengan Anggaran Dasar dan anggaran  rumah  tangga  dan/ atau   keputusan Musyawarah  Desa/Muayawarah  Antar  Desa; g.      memberikan    saran    dan    pendapat    mengenai masalah yang dianggap penting bagi pengelolaan BUM  Desa/ BUM   Desa   bersama  sesuai   dengan Anggaran     Dasar,     anggaran    rumah    tangga, dan/atau  keputusan  Musyawarah Desa/Musyawarah  Antar  Desa;  dan h.     meminta penjelasan dari pelaksana operasional mengenai         persoalan        pengelolaan        BUM dan/atau  keputusan Musyawarah Desa/Musyawarah  Antar  Desa. Paragraf 3

Pelaksana Operasional

Pasal 24

(1)      Pelaksana operasional  sebagaimana  dimaksud dalam Pasal    15   huruf  c   diangkat   oleh –    Musyawarah Desa/Musyawarah  Antar  Desa. (2)    Musyawarah Desa/Musyawarah Antar Desa memilih pelaksana  operasional  sebagaimana  dimaksud  pada ayat (1)  dari  nama yang diusulkan  oleh  Kepala  Desa, badan    permusyawaratan    desa,     dan/ atau   unsur masyarakat. (3)     Pelaksana  operasional  scbagaimana  dimaksud  pada ayat  (1)  dilaksanakan  oleh  direktur BUM  Desa/BUM Desa bersama. (4)     Pelaksana  operasional  sebagaimana  dimaksud  pada ayat (3) merupakan orang perseorangan yang harus memenuhi persyaratan keahlian, integritas, kepemimpinan,    pengalaman,   jujur,    perilaku   yang baik,  serta memiliki dedikasi yang  tinggi untuk memajukan   dan  mengembangkan  BUM   Desa/BUM Desa bersama. (5)     Ketentuan  lebin   lanjut  mengenai  persyaratan  untuk dapat  dipilih  dan  diangkat  sebagai  pelaksana operasional   sebagaimana   dimaksud   pada   ayat   (4) diatur  dalam Anggaran  Dasar  BUM  Desa/BUM  Desa bersama.

Pasal  25

(I)  Jumlah  pelaksana  operasional  ditetapkan  oleh Musyawarah Desa/Musyawarah Antar Desa sesuai dengan kebutuhan BUM Desa/BUM  Desa bersama. (2)     Dalam  hal  pel~ksana  operasional  lebih   dari   1     (satu) orang,  salah  seorang anggota pelaksana  operasional diangkat sebagai ketua pelaksana operasional yang selanjutnya disebut direktur utama. (3)     Ketentuan  mengenai  hubungan  tata  kerja  dan  tata kelola   pelaksana operasional  sebagaimana  dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Anggaran Dasar BUM Desa/BUM  Desa bersama.

Pasal  26

Pelaksana operasional BUM  Desa/BUM Desa be:sama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24  ayat (3)  nemegang jabatan  selama 5 (ima)  tahun dan dapat diangkat kembali paling  banyak  2  (dua)  kali masa jabatan  dengan pertimbangan  dinilai mampu melaksanakan tugas dengan baik  selama   masa  jabatannya,   kaderisasi,   dan menghirdarkan  konflik kepentingan.

Pasal  27

(1)      Pelaksana  operasional  sebagaimana dimaksud  dalam Pasal  24  berwenang a.      bersama  penasihat   dan  pengawas,   membahas dan  menyepakati  anggaran  rumah  tangga BUM Desa/BUM     Desa      bersama    dan/atau perubahannya; b.      mengambil   keputusan   terkait   operasionalisasi Usaha   BUM    Desa/BUM    Desa   bersama   yang sesuai  dengan  garis kebijakan  BUM  Desa/BUM Desa bersama yang dinyatakan  dalam Anggaran Dasar,  anggaran rumah  rangga,  dan keputusan Musyawarah  Desa/Musyawarah  Antar Desa; c.   mengoordinasikan pelaksanaan Usaha BUM Desa/BUM Desa bersama baik secara internal organisasi  maupun dengan pihak lain; d.      mengatur  ketentuan  mengenai  ketencgakerjaan BUM  Desa/BUM  Desa  bersama  termasuk penetapan gaji,  tunjangan,  dan manfaat lainnya bagi  pegawai  BUM Desa/ BUM Desa bersama; e.      mengangkat dan memberhentikan  pegawai  BUM Desa/BUM  Desa bersama,  selain  sekretaris  dan bendahara, berdasarkan peraturan perundang• undangan mengenai  ketenagakerjaan; f.        melakukan   pinjaman   BUM    Desa/BUM    Desa bersama   setelah   mendapat   persetujuan iusyawarah Desa/Musyawarah Antar Desa atau penasihat      dan     pengawas      sesuai      dengan ketentuan   dalam  Anggaran   Dasar   BUM Dese/BUM  Desa bersama; g.      melakukan kerja sama dengan pihak lain  untuk mengembangkan usaha  BUM   Desa/BUM   Desa bersama  setelah mendapat  persetujuan Musyawarah Desa/Musyawarah Antar Desa atau penasihat     dan     pcngawas     sesuai      dengan ketentuan   dalam  Anggaran   Dasar  BUM Desa/BUM  Desa bersama; h.      melaksanakan   pembagian  bsaran  laba   bersih BUM   Desa/BUM   Desa  bersama   sesuai   dengan yang   ditetapkan   oleh     Musyawarah Des/Musyawarah  Antar  Desa; i.           melaksanakan  tujuan  penggunaan  laba   bersii BUM   Desa/BUM   Desa_ bersama  sesuai  dengan yang         ditetapkan          oleh            Musyawarah Desa/ Musyawarah Antar  Desa;
Berita Terkait :  PP 9 tahun 2021 Perlakuan Perpajakan Untuk Mendukung Kemudahan Berusaha
J.       melaksanakan  kegiatan tertentu yang ditugaskan oleh  Musyawarah  Desa/Musyawarah Antar  Desa; k.        bertindak       sebagai       penyelesai       dalam       hal Musyawarah   Desa  tidak  menunjuk  penyelesai; dan (1)          mengatur,  mengurus,  mengelola,  dan melakukan segala tindakan dan/atau perbuatan lainnya bagi kepentingan pengurusan  BUM  Desa/BUM  Desa bersama mengenai segala hal dan segala kejadian, dengan pembatasan sebagaimana diatur dalam Anggaran  Dasar,  keputusan Musyawarah  Desa/ Musyawarah Antar Desa,  dan/ atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,  serta mewakili BUM Desa/ BUM Desa bersama di dalam dan/ atau di luar pengadilan. (2)     Pelaksana  operasional sebagaimana  dimaksud dalam Pasal  24  bertugas: a.      menjalankan    segala   tindakan   yang   berkaitan dengan   pengurusan    BUM     Desa/ BUM     Desa bersama  untuk   kepentingan   BUM   Desa/BUM Desa bersama  dan  sesuai  dengan  maksud  dan tujuan BUM Desa/BUM Desa bersama, serta mewakili BUM Desa/BUM Desa bersama di dalam dan/ atau di luar  pengadilan mengenai segala hal dan segala kejadian, dengan pembatasan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar BUM Desa/BUM    Desa    bersama,    keputusan Musyawarah    Desa/Musyawarah    Antar    Desa, dan/ atau    ketentuan    peraturan    perundang• undangan; b.      menyusun  dan  melaksanakan  rencana  program kerja BUM Desa/BUM  Desa bersama; bersama untuk  diajukan  kepada penasihat dan c. menyusun laporan semesteran pelaksanaan pengelolaan Usaha BUM Desa/BUM Desa bersama untuk diajukan kepada penasihat dan pengawas; d. menyusun laporan tahunan pelaksonaan pengelolaan Usaha BUM Desa/ BUM Desa bersama untuk diajukan kepada Musyawarah Desa/Musyawarah Antar Desa setelah ditelaal oleh penasihat dan pengawas; e.       atas      permintaan      penasihat,       menjelaskan persoalan pengelolaan BUM Desa/BUM Desa bersama kepada penasihat; f.    menjelaskan   persoalan   pengelolaan  BUM Desa/BUM Desa bersama kepada Musyawarah Desa/Musyawarah Antar Desa;  dan g.    bersama  dengan  penasihat  dan  pengawas, menyusun   dan   menyampaikan    analisis keuangan,    rencana   kegiatan    dan   kebutuhan dalam  rangka  perencanaan  penambahan  modal Desa dan/ atau masyarakat Desa untuk diajukan kepada Musyawarah Desa/Musyawarah Antar Desa. Paragraf 4

Pengawas

Pasal  28

(1)     Pengawas  sebagaimana   dimaksud   dalam   Pasal   15 huruf   d     diangkat    oleh      Musyawarah Desa/Musyawarah  Antar  Desa. (2)    Musyawarah Desa/Musyawarah Antar Desa memilih pengawas sebagaimana dimaksud  pada  ayat  (1)  dari nama yang diusulkan oleh  Kepala Desa, badan permusyawaratan desa,  dan/ atau unsur masyarakat. (3)     Pengawas    sebagaimana    dimaksud   pada   ayat   (2) merupakan   orang  perscorangan  yang  harus memenuhi persyaratan keahlian, integritas, kepemimpinan,    penga!aman,   jujur,    perilaku   yang ba.ik,  serta memiliki dedikasi  yang  tinggi  untuk memajukan   dan  mengembangkan  BUM   Desa/BUM Desa bersama. (4)     Ketentuan  lebih   lanjut  mengenai  persyaratan  untuk dapat  dipilih  dan  diangkat  sebagai  pengawas sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dalam Anggaran  Dasar BUM Desa/ BUM Desa bersama.

Pasal  29

(1)  Jumlah  pengawas ditetapkan oleh  Musyawarah Desa/Musyawarah  Antar  Desa sesuai  dengan kebutuhan BUM Desa/BUM  Desa bersama. (2)     Dalam hal  pengawas lebih   dari  1    (satu)  orang,  salah seorang  anggota  pengawas diangkat   sebagai  ketua pengawas yang selanjutnya disebut ketua dewan pengawas. (3)     Pengawas  yang terdiri  atas  lebih   dari  1    (satu)  orang anggota, merupakan majelis yang pelaksanaan kepengawasannya dilakukan secara kolektif kolegial. (4)     Ketentuan  mengenai  hubungan  tata  kerja  dan  tata kelola pengawas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur  dalam Anggaran  Dasar  BUM  Desa/BUM  Desa bersama.

Pasal 30

Pengawas BUM Desa/BUM Desa bersama sebagaimana dimaksud   dalam  Pasal  28   ayat   (1)   memegang  jabatan selama 5  (lima)  tahun  dan dapat diangkat kembali  paling banyak  2  (dua)  kali   masa jabatan  dengan pertimbangan dinilai  mampu  melaksanakan  tugas  dengan  baik  selama masa jabaannya,  kaderisasi,  dan menghindarkan konflik kepentingan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2021 PT KREASIK KARYA MEDIATAMA | Kreasik Network