humaniora

KPK Tidak Akan Efektif Selama Sistem Politik Berbiaya Tinggi

asa Ardiana

KPK Tidak Akan Efektif Selama Sistem Politik

Pakar Hukum UIKA Bogor Dr. Nandang Sutisna menyatakan bahwa keberadaan KPK tidak membuat pemberantasan korupsi di Indonesia berjalan dengan efektif. KPK dianggap terlalu kecil untuk mampu secara signifikan mengatasi masalah korupsi yang masif di Indonesia.

“Korupsi masih akan terjadi selama sistem yang memproduksi korupsi terus ada. Jumlah korupsi yang terjadi di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan kemampuan KPK menanganinya”, ujar Nandang.

Nandang menambahkan bahwa penyebab utama korupsi di Indonesia adalah praktik politik berbiaya tinggi. Untuk mengembalikan biaya politik, balas jasa politik atau bahkan untuk biaya kampenye berikutnya, banyak kepala daerah mengumpulkan uang dengan korupsi. Kasus korupsi yang melibatkan Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil dan Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat kasus terbaru yang menjadi bukti.

Berita Terkait :  Humaniora: Sumbar alokasikan Rp775 juta untuk bedah rumah selama Ramadhan

“Korupsi kepala daerah banyak dilakukan dengan modus jual beli jabatan, pemerasan dan suap kepada bawahannya. Tindakan ini akan memicu korupsi beruntun karena anak buah yang diperas akan melakukan hal yang terhadap bawahannya lagi bahkan kepada masyarakat penerima layanan publik” lanjut Nandang.

Demokrasi sangat penting untuk kemajuan bangsa dan negara, ujar Nandang, tapi jangan sampai demokrasi memberi ekses yang lebih besar dibandingkan manfaatnya. Demokrasi jual beli suara bukanlah demokrasi yang akan mensejahterakan bangsa tapi demokrasi semu sebatas formalitas tapi esensinya rakyat tetap menjadi korban.

Berita Terkait :  Humaniora: Bupati Gorontalo Utara lestarikan pesantren literasi setiap Ramadhan

“Saya menghimbau DPR, Pemerintah, Mahkamah Konstitusi, termasuk partai politik agar memandang pembangunan sistem demokrasi tidak mengabaikan kepentingan kita untuk memberantas korupsi”, tutupnya.

Tags

Bagikan:

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar