PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (penjelasan)

II.   PASAL  DEMI PASAL Pasal  1 Cukup jelas. Pasal  2 Cukup jelas. Pasal 3 Ckup jelas. Pasal 4 Yang dimaksud dengan “lekeluargaan adalah kebiasaan warga masyarakat Desa  sebagai  bagian  dari  satu  kesatuan  keluarga besar masyarakat Desa dan bukan semangat nepotisme yang bersifat kekerabatan.   Dengan  demikian   BUM   Desa  dalam   melaksanakan usahanya  mengutamakan kesejahteraa·  masyarakat secara keseluruhan, bukan kesejahteraan orang-perseorangan. Yang dimaksud  dengan “kegotongroyongan   adalah  kebiasaan  saling menolong untuk membangun Desa. Huruf a Yang  dimaksud  dengan  “profesional”   adalah   tata  kelola yang dilaksanakan  sesuai  dengan  kaidah  yang  ada  dan  dikerjakan oleh  pelaku yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang memadai. Huruf b Yang  dimaksud  dengan “terbuka  adalah  penyelenggaraan  tata kelola BUM Desa  dapat dipantau publik/masyarakat umum. Data dan informasi pengelolaan BUM Desa mudah  diakses serta ditampilkan setiap waktu dan kesempatan. Yang  dimaksud  dengan “bertanggung jawab”  adalah  BUM  Desa sebagai badan usaha yang dimiliki oleh  Desa dan segenap pelaksananya   harus   bertanggung  jawab  kepada   masyarakat Desa. Huruf c Yang  dimaksud  dengan  “partisipatif  adalah  memberi  peluang peran serta masyarakat dalam  proses pendirian maupun pengelolaan BUM  Desa baik dalam bentuk  pernyataan  maupun dalam   bentuk   kcgiatan   dengan   memberi  masukan    pikiran, tenaga, .waktu,  keahlian,  modal  atau materi,  serta ikut memanfaatkan  dan menikmati hasilnya. Huruf d Yang  dimaksud  dengan  “prioritas   sumber  daya  lokal”  adalah dalam  menjalankan usahanya,  BUM  Desa harus  memanfaatkan sumber   daya   alam   dan   sumber   daya   manusia    dari   Desa setempat. Huruf e Yang  dimaksud  denan  “berkelanjutan  adalah  pengembangan BUDesa diharapkan  dapat memenuhi kebutuhan  masyarakat Desa di  masa sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi Desa di m~sa mendatang untuk memenuhi  kebutuhan mereka. Pasal  5 Cukup jelas. Pasal6 Cukup jelas. Pasal  7 Cukup jelas. Pasal  8 Cukup jelas. Pasal 9 Ayat  (1) Cukup jelas. Ayat  (2) Hasil    pendaftaran   berupa  data  dan   informasi    terkait   BUM Desa/BUM  Desa  bersama. Ayat  (3) Cukup jelas. Ayat  (4) Cukup jelas. Ayat  (5) Cukup jelas. Pasal  10 Huruf a Kebutuhan  masyarakat memperhatikan  aspek: 1.    nilai   ekonomis  dan  manfaat  atas  pengelolaan  pelayanan umum yang dilakukan;  dan 2.  kesesuaian pemenuhan kebutuhn  masyarakat dengan kapasitas  dan kapabilitas  Desa dan/atau  Desa-Desa  serta masyarakat Desa. Huruf b Yang dimaksud  dengan “masalah  adalah  kesenjangan antara kondisi    ideal    yang   diharapkan    dengan    kondisi    fakuual berkaitan  dengan aspek  ekonomi,  sosial,  budaya,  lingkungan hidup,  serta pengetahuan dan teknologi  masyarakat. Huruf c Kelayakan usaha ikaji melalui analisis terhadap kelayakan ekonomi,   analisis pasar  dan  pemasaran,   anaiisis   kelayakan keuangan,  dan   analisis  aspek  pendukung  lain  seperti ketersediaan   dan   kemampuan   teknologi,   ketersediaan   dan skala sumber daya  alam,  manusia,  sosial,  dan budaya.
Berita Terkait :  PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa Pasal 57-67
Huruf d Pendirian BUM Desa  harus disertai dengan kejelasan maksud, tujuan, rencana layanan, strategi dan tata kelola usaha, infrastruktur,     struktur    organisasi,     praktik    niaga,     serta kebijakan  dan rencana proses operasional. Huruf e Pelestarian, keberlanjutan serta perlindungan daya dukung kehidupan menjadi dasar bagi BUM Desa/BUM  Desa  bersama untuk  mengembangkan secara kreatif Usaha BUM  Desa/BUM Desa   bersama   yang   berbasis   keunikan    dan    keragaman kehidupan   masyarakat   Desa  berdasarkan  nilai   religi,    adat istiadat,  perilaku  sosial,  dan kearifan lokal. Pasal  11 Cukup jelas. Pasal  12 Cukup jelas. Pasal  13 Cukup jelas. Pasal  14 Cukup jelas. Pasal  15 Cukup jelas. Pasal  16 Ayat  (1) Cukup jelas. Ayat  (2) Anggaran   Dasar  BUM   Desa/BUM   Desa  bersama   mengatur formasi   kehadiran   peserta   Musyawarah    Desa/Musyawarah Antar Desa yang diikuti oleh  badan permusyawaratan desa, Pemerintah  Desa,  dan unsur masyarakat. Yang dimaksud dengan “unsur masyarakat” adalah masyarakat penyerta modal BUM Desa/BUM Desa bersama dan unsur masyarakat lain. Unsur  masyarakat lain  dapat  disesuaikan  dengan kebutuhan dan kearifan lokal  Desa di antaranya: a.       tokoh adat; b.      tokoh agama; c.       tokoh masyarakat; d.      tokoh pendidikan; e.      perwakilan kelompok tani; f.       perwakilan kelompok nelayan; g.       perwakilan  kelompok perajin; h.      perwakilan kelompok perempuan; 1.         perwakilan kelompok pemerhati  dan perlindungan anak; J.        perwakilan kelompok masyarakat  miskin; k.      perwakilan kewilayahan; I.        perwakilan pemcrhati/kader kesehatan masyarakat; m.     perwakilan kelompok penyandang disabilitas; n.      perwakilan  kelompok lanjut usia; o.       perwakilan  kelompok senimar;  dan/atau p.      perwakilan kelompok lain yang teridentifikasi di  Desa yang bersangkutan sesuei dengan kearifan lokal masing-masing Desa. Cukup jelas. Pasal   18 Cukup jelas. Pasal  19 Cukup jelas. Pasal  20 Cukup jelas. Pasal  21 Cukup jelas. Pasal  22 Ayat  (1) Yang dimaksud dengan “kolektif kolegial” adalah dalam melaksanakan  kewenangannya anggota dewan penasihat  tidak dapat  bertindak  sendiri-sendiri,  melainkan  berdasarkan keputusan  dewan penasihat. Ayat  (2) Cukup jelas. Ayat.  (3) Cukup jelas. Pasal  23 Ayat (I, Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Yang dimaksud dengan “keadaan tertentu antara lain pelaksana   operasional    diduga   melakukan    perbuatan yang merugikan BUM Desa/BUM Desa bersama atau mempunyai   benturan   kepentingan  dengan  BUM Desa/BUM  Desa bersama. Huruf e Cukup jelas. Huruf f Cukup jelas. Huruf g Yang  dimaksud  “menetapkan  edalah  tindakan menerbitkan  surat  keputusan  untuk  menetapkan keputusan  Musyawarah  Desa/Musyawarah  Antar  Desa atas pengesahan penerimaan  laporan  tahunan.
Berita Terkait :  PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa Pasal 57-67
Huruf h Cukup jelas. Huruf i Cukup jelas. Ayat  (2) Cukup jelas. Pasal24 Cukup jelas. Pasal 25 Cukup jelas. Pasal  26 Cukup jelas. Pasal 27 Cukup jelas. Pasal  28 Cukup jelas. Pasal 29 Ayat  (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat  (3) Yang dimaksud dengan “kolektif kolegial” adalah dalam melaksanakan  kewenangannya  anggota dewan pengawas  tidak dapt  bertindak  sendiri-sendiri,  melainkan  berdasarkan keputusan  dewan pengawas. Ayat (4) Cukup jelas. Pasal30 Cukup jelas. Pasal  31 Cukup jelas. Pasal32 Cukup jelas. Pasal 33 Cukup jelas. Pasal34 Cukup jelas. Pasal35 Cukup jelas. Pasal36 Cukup jelas. Pasal37 Cukup jelas. Pasal  38 Cukup jelas. Pasal39 Ayat (1) Yang dimaksud dengan sebagian besar kepemilikan modal BUM Desa/BUM   Dcsa   bersama  adalah   paling  sedikit  51%   (lima puluh  satu  persen)  modal  dimiliki  oleh   Desa  atau   bersama Desa-Desa Ayat (2) Cukup jelas. Pasal  40 Ayat(l) Cukup jclas. Ayat  (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jclas. Ayat  (4) Yang  dimaksud dengan “lembaga  berbadan hukum  antara lain koperasi. Yang   dimaksud   dengan   “lembaga   tidak   berbadan   hukum antara   lain    persekutuan   komanditer,    badan   usaha   tidak berbadan hukum, atau lembaga lainnya yang berkedudukan  di Desa dan/atau  Desa-Desa setempat. Pasal  41 Cukup jelas. Pasal42 Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Penugasan Desa kepada BUM  Desa/BUM dilaksanakan berdasarkan keputusan Desa/Musyawarah  Antar  Desa. Desa   bersama Musyawarah Pasal 43 Ayat  (1) Yang dimaksud dengan “Musyawarah  Desa/Musyawarah Antar Desa”     adalah     musyawarah     yang    membahas    mengenai penyertaan modal awal untuk pendirian dan/atau untuk penambahan modal  BUM Desa/BUM  Desa bersama. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat  (3) Cukup jelas. Pasal 44 Cukup jelas. Pasal  45 Cukup jelas. Pasal46 Cukup jelas. Pasal 47 Cukup jelas. Pasal48 Ayat  (1) Cukup jelas. Ayat  (2) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Pinjaman yang mengakibatkan perubahan proporsi kepemiiikan modal antara lain jenis pinjaman yang dapat berubah  menjadi  penyertaan  modal  apabila  BUM Desa/BUM Desa bersarna tidak sanggup memenuhi kewajiban yang timbul dari pinjaman  dimaksud. Ayat  (3) Anggaran Dasar BUM Desa/BUM Desa bersama mengatur kewenangan persetujuan  pinjaman BUM  Desa/BUM  Desa bersama oleh  Musyawarah Desa/Musyawarah Antar Desa atau penasihat   dan   pengawas  berdasarkan   kriteria   antara  lain besarnya jumlah  pinjaman,  besarnya nilai jaminan  pinjaman, dan penggunaan pinjaman. Pasal  49 Ayat  ( 1) BUM  Desa  dapat  secara  langsung  mengelola  sendiri  kegiatan Usaha BUM  Desa dan/atau mendirikan  Unit Usaha BUM Desa yang terpisah  dari   BUM   Desa  untuk   menjalankan   kegiatan usaha.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2021 PT KREASIK KARYA MEDIATAMA | Kreasik Network