Cara Menghitung Jangka Sorong

Dian Hadi Saputra

Pendahuluan

Jangka sorong merupakan salah satu alat ukur presisi yang digunakan dalam teknik pengukuran. Alat ini banyak digunakan dalam berbagai industri, seperti manufaktur, permesinan, dan konstruksi. Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai cara menghitung jangka sorong secara detail.

Pendefinisian Jangka Sorong

Jangka sorong, atau yang dikenal juga dengan sebutan caliper, adalah alat pengukur yang digunakan untuk mengukur dimensi suatu objek dengan akurasi tinggi. Alat ini terdiri dari dua rahang yang dapat digerakkan, yaitu rahang tetap dan rahang geser. Jangka sorong memiliki skala pengukuran dalam satuan milimeter (mm) atau inchi (in), tergantung pada jenis jangka sorong yang digunakan.

Langkah-langkah Menghitung Jangka Sorong

Untuk mengukur suatu objek menggunakan jangka sorong, anda perlu mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka rahang geser hingga posisi nol (0)
  2. Lepaskan baut penguncian rahang geser agar dapat digerakkan dengan bebas
  3. Lepaskan baut pengencang rahang tetap agar dapat digerakkan dengan bebas
  4. Pisahkan kedua rahang dengan lebar yang sedikit lebih besar dari objek yang akan diukur
  5. Gerakkan rahang geser hingga rahang tetap menempel pada objek yang diukur
  6. Tighten the locking screw of the movable jaw to lock the measurement in place
  7. Baca hasil pengukuran pada skala utama dan skala nonius (jika ada)
Berita Terkait :  Cara Mengurus STNK yang Hilang dengan Mudah dan Cepat

Kelebihan dan Kekurangan Cara Menghitung Jangka Sorong

Kelebihan:

1. Tingkat akurasi yang tinggi: Jangka sorong memberikan hasil pengukuran dengan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga cocok untuk pengukuran yang membutuhkan presisi tinggi.

2. Kemampuan membaca skala yang baik: Jangka sorong dilengkapi dengan skala pengukuran yang jelas dan mudah dibaca, sehingga memudahkan pengguna untuk membaca hasil pengukuran.

3. Fleksibilitas pengukuran: Jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur berbagai jenis dimensi, seperti diameter luar, diameter dalam, maupun kedalaman.

4. Durabilitas yang tinggi: Jangka sorong umumnya terbuat dari bahan berkualitas tinggi, seperti stainless steel, sehingga memiliki daya tahan yang baik dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

5. Penggunaan yang mudah: Jangka sorong memiliki desain yang ergonomis dan mudah digunakan, sehingga dapat digunakan oleh siapa saja tanpa memerlukan keahlian khusus.

6. Harga yang terjangkau: Meskipun jangka sorong merupakan alat ukur presisi, namun harga yang ditawarkan masih terjangkau, sehingga dapat diakses oleh berbagai kalangan.

7. Portabilitas yang tinggi: Jangka sorong umumnya memiliki ukuran yang kompak dan ringan, sehingga mudah dibawa dan digunakan di berbagai lokasi.

Kekurangan:

1. Rentan terhadap kerusakan: Jangka sorong terbuat dari bahan yang relatif tipis dan rentan terhadap benturan atau kerusakan fisik lainnya.

2. Membutuhkan kehati-hatian dalam penggunaan: Pengguna jangka sorong perlu berhati-hati dalam penggunaannya agar tidak merusak rahang atau skala pengukuran.

3. Terbatas pada pengukuran dengan diameter kecil: Ukuran rahang jangka sorong memiliki batasan, sehingga pengukuran dengan diameter yang sangat besar tidak dapat dilakukan.

4. Tidak dapat mengukur dalam satuan yang lebih kecil: Jangka sorong umumnya memiliki skala pengukuran terkecil hingga 0,02 mm, sehingga pengukuran dengan satuan yang lebih kecil tidak dapat dilakukan.

5. Bergantung pada kondisi lingkungan: Pengukuran dengan jangka sorong dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, seperti suhu atau kelembaban, yang dapat mengakibatkan perubahan dimensi pada objek yang diukur.

6. Perlu kalibrasi berkala: Agar tetap akurat, jangka sorong perlu dikalibrasi secara berkala, yang memerlukan waktu dan biaya tambahan.

7. Hanya dapat digunakan untuk pengukuran linear: Jangka sorong hanya dapat digunakan untuk mengukur panjang atau jarak, tidak dapat digunakan untuk pengukuran sudut atau dimensi lainnya.

Tabel Informasi Mengenai Cara Menghitung Jangka Sorong

Nama Bagian Fungsi
Rahang Tetap Mengukur dimensi luar suatu objek
Rahang Geser Mengukur dimensi dalam suatu objek
Skrup Pengunci Rahang Geser Mengunci posisi rahang geser setelah pengukuran selesai dilakukan
Skrup Pengencang Rahang Tetap Mengunci posisi rahang tetap setelah pengukuran selesai dilakukan
Skrup Pengaturan Keketat Mengatur keketatan rahang tetap dan rahang geser
Skrup Penyesuai Nol Mengatur nol skala pengukuran pada saat rahang tetap dan rahang geser berada dalam posisi tertutup
Sudut Baca Membaca hasil pengukuran pada skala utama dan skala nonius untuk mendapatkan hasil akurat
Berita Terkait :  Cara Menghilangkan Bau Kaki: Rahasia Mudah Mengatasi Masalah Bau Kaki

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa bedanya jangka sorong dengan jangka biasa?

Jangka sorong memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan jangka biasa, serta dilengkapi dengan rahang geser yang memungkinkan pengukuran dalam objek.

2. Bagaimana cara mengatasi ketelitian pengukuran dengan jangka sorong?

Untuk mengatasi ketelitian pengukuran dengan jangka sorong, perlu dilakukan kalibrasi berkala dan penggunaan yang hati-hati.

3. Apakah jangka sorong hanya dapat digunakan untuk mengukur benda padat?

Jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur benda padat maupun benda yang memiliki lubang seperti tabung.

4. Berapa tingkat akurasi yang dapat dicapai dengan jangka sorong?

Tingkat akurasi yang dapat dicapai dengan jangka sorong dapat mencapai 0,02 mm atau lebih tinggi, tergantung pada jenis jangka sorong yang digunakan.

5. Apakah jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur permukaan yang tidak rata?

Ya, jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur permukaan yang tidak rata, asalkan posisi rahang tetap dan rahang geser dapat menempel pada objek yang akan diukur.

6. Apakah jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur sudut?

tidak, jangka sorong hanya dapat digunakan untuk pengukuran linear, bukan sudut.

7. Apa fungsi skrup pengunci rahang geser pada jangka sorong?

Skrup pengunci rahang geser digunakan untuk mengunci posisi rahang geser setelah pengukuran selesai dilakukan, sehingga hasil pengukuran tidak berubah.

8. Bagaimana cara membersihkan jangka sorong setelah penggunaan?

Jangka sorong dapat dibersihkan dengan menggunakan lap lembut yang dilapisi sedikit minyak pelumas. Pastikan untuk membersihkan semua bagian, termasuk rahang, skala pengukuran, dan mekanisme geser.

9. Apakah jangka sorong tahan terhadap korosi?

Umumnya, jangka sorong terbuat dari bahan stainless steel yang tahan terhadap korosi, namun tetap perlu perawatan agar tidak terkena bahan kimia yang dapat merusak lapisan pelindungnya.

10. Apakah jangka sorong dapat menunjukkan hasil pengukuran dalam satuan inchi?

Ya, terdapat jenis jangka sorong yang memiliki skala pengukuran dalam satuan inchi, tergantung pada kebutuhan pengguna dan jenis jangka sorong yang digunakan.

11. Mengapa jangka sorong perlu dikalibrasi berkala?

Jangka sorong perlu dikalibrasi berkala untuk memastikan bahwa hasil pengukuran tetap akurat, karena seiring waktu dan pemakaian, kemampuan pengukuran jangka sorong dapat berubah.

12. Bagaimana cara menghindari kerusakan pada jangka sorong?

Untuk menghindari kerusakan pada jangka sorong, hindari jatuh, hindari benturan fisik yang keras, serta hindari penyimpanan yang tidak tepat.

13. Apakah jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur benda dengan material yang keras?

Ya, jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur benda dengan material yang keras, seperti logam atau plastik, asalkan posisi rahang tetap dan rahang geser dapat menempel pada objek dengan baik.

Bagikan:

Tags