Humaniora: Dana stimulan untuk korban gempa Malang dicairkan

Lely

Humaniora: Dana stimulan untuk korban gempa Malang dicairkan

berharap agar masyarakat dapat menggunakan bantuan tersebut secara akuntabel

Malang, Jawa Timur (PRESSRELEASE.CO.ID) – Dana stimulan untuk pembangunan rumah dengan kategori rusak berat akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 di Kabupaten Malang, Jawa Timur pada 2021 mulai dicairkan kepada para korban terdampak.

Bupati Malang M Sanusi di Kabupaten Malang, Selasa mengatakan bahwa ada sebanyak 993 rumah terdampak gempa bumi yang masuk dalam kategori rusak berat di wilayah tersebut yang mendapatkan dana stimulan masing-masing sebesar Rp50 juta.

“Sebanyak 993 korban gempa bumi dengan kategori rusak berat dinyatakan layak untuk mendapatkan bantuan stimulan, masing-masing sebesar Rp50 juta untuk setiap kepala keluarga,” kata Sanusi.

Sanusi menjelaskan, total dana stimulan yang disalurkan kepada warga terdampak gempa bumi yang terjadi pada 10 April 2021 tersebut mencapai Rp49,65 miliar, untuk 993 keluarga yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang.

Menurutnya, sejak terjadi gempa bumi pada 2021, berbagai upaya percepatan penanganan dan penanggulangan pascabencana telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang bersama para pemangku kepentingan terkait.

Berita Terkait :  Humaniora: DMI Gorontalo canangkan program Satu Desa Satu Hafiz

Sejak akhir Desember 2022, lanjutnya, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai mengambil langkah serius terhadap upaya penanganan kerusakan infrastruktur maupun non-infrastruktur yang berada di wilayah Kabupaten Malang.

“Berbagai upaya percepatan penanganan dan penanggulangan pascabencana telah dilakukan bersama dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyaluran dana stimulan kepada para korban terdampak gempa bumi tersebut diharapkan bisa meringankan beban para korban, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

“Saya berharap agar masyarakat dapat menggunakan bantuan tersebut secara akuntabel, tepat guna, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Nur Fuad Fauzi menambahkan, jumlah rumah rusak yang masuk dalam kategori berat di wilayah Kecamatan Tirtoyudo tercatat sebanyak 373 rumah yang tersebar di 12 desa.

Ia menjelaskan, sejumlah 261 keluarga sudah mencairkan dana stimulan sebesar Rp50 juta tersebut, sementara untuk 75 keluarga lainnya akan dilakukan pencairan secara bertahap sebanyak dua kali.

Berita Terkait :  Humaniora: Kuah beulangong untuk tradisi kenduri Nuzulul Quran

Kemudian, delapan keluarga dinyatakan tidak memenuhi persyaratan untuk menerima dana stimulan, 24 keluarga didrop, dan dua penerima lainnya tidak memiliki ahli waris karena telah meninggal dunia.

“BPBD Kabupaten Malang memiliki tanggung jawab untuk memastikan dana tersebut harus dipergunakan dengan sebagaimana mestinya dan tepat sasaran,” kata Fuad.

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Kabupaten Malang, pada 10 April 2021. Gempa tersebut terjadi kurang lebih pukul 14.00 WIB, dan menyebabkan kerusakan yang cukup besar di wilayah Kabupaten Malang.

Berdasarkan catatan, dampak dari gempa bumi tersebut tersebar di 32 kecamatan, dari total 33 kecamatan yang ada di wilayah itu. Sebanyak 641 fasilitas umum rusak, terdiri dari 226 sekolah, 233 rumah ibadah, 23 unit fasilitas kesehatan, dan 159 fasilitas umum lainnya.

 

Sumber: Antara.

Bagikan:

Tags