Humaniora: Mahasiswa Hindu di Kendari berbagi takjil buka puasa wujud toleransi

Lely

kami lakukan guna mempererat toleransi antara umat beragama

Kendari (PRESSRELEASE.CO.ID) – Mahasiswa Hindu Kampus Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Bhatara Guru berbagi takjil buka puasa secara gratis kepada sejumlah pengendara yang ada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagai bentuk wujud toleransi umat beragama.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAH Bhatara Guru, Wayan Purna Setiawan di Kendari, Minggu mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya melakukan kegiatan itu sebagai bentuk solidaritas dalam menumbuhkan jiwa toleransi antara umat beragama, khususnya umat Hindu dan Islam.

‘Takjil berbuka puasa ini kami berikan untuk masyarakat atau umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa, ini bentuk solidaritas dalam menumbuhkan jiwa toleransi antara umat beragama, khususnya umat Hindu dan Islam,” katanya.

Berita Terkait :  Humaniora: Mensos beri dukungan pemulihan anak korban rudapaksa di Blitar

Sejumlah mahasiswa Hindu Kampus Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Bhatara Guru melakukan bakti sosial tersebut di pelataran MTQ Kendari.

Mereka membagikan jajanan buka pusa secara gratis yang dikemas ke dalam sebuah dus, lalu diberikan kepada setiap pengendara baik yang menggunakan roda dua maupun roda empat yang melintas di kawasan MTQ Kota Kendari.

 

Humaniora: Mahasiswa Hindu di Kendari berbagi takjil buka puasa wujud toleransi
Mahasiswa Hindu di Kendari berbagi takjil buka puasa kepada sejumlah pengendara di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/4/2023). PRESSRELEASE.CO.ID/HO-BEM STAH Bhatara Guru

Wayan menyebut, takjil buka puasa yang diberikan kepada masyarakat di daerah tersebut berupa minuman dan sejenis makanan ringan.

Berita Terkait :  Humaniora: Indahnya bunga tulip dalam festival di New Jersey, AS

“Sasarannya adalah masyarakat yang melintas di area perempatan MTQ Kendari. Kegiatan ini kami lakukan guna mempererat toleransi antara umat beragama,” ucap dia.

Dia berharap Kota Kendari secara khusus dan Provinsi Sulawesi Tenggara secara umum yang memiliki ragam budaya, suku dan agama bisa selalu tercipta situasi yang aman dan kondusif melalui sikap toleransi dan saling menghargai satu sama lain.

“Ke depan, masih ada tempat ataupun kegiatan sosial lainnya yang akan dilakukan, semoga persatuan kita di Kendari ini tetap terjaga dan harmonis,” pungkas Wayan.

Sumber: Antara.

Bagikan:

Tags