Askrindo fasilitasi produksi madu kepada KTH Batang

 

Batang (PressRelease) — PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) kembali memberikan bantuan sarana produksi kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Alas Roban, yang merupakan kelompok budidaya lebah liar di Hutan Roban, Batang, Jawa Tengah.

 

Bantuan yang diberikan berupa sarana produksi mulai dari pengemasan, alat peras dan saring madu serta sarana angkut berupa motor pick up roda tiga. Kemudian, untuk menunjang aspek pemasaran dan perizinan produk, Askrindo menciptakan merk bagi produk mereka yang diberi nama Mak Lebah serta mendaftarkan produk madu Mak Lebah ini ke Dinas Kesehatan Setempat untuk memperoleh izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

 

Casman selaku Ketua dari KTH Alam Roban mengaku sangat bersyukur bahwa Askrindo kembali memberikan bantuan kepada Kelompoknya.

 

Saya selaku perwakilan dari KTH Alam Roban sangat bersyukur sekali atas perhatian yang Askrindo berikan kepada kami,” kata Casman.

 

Dan Casman juga mengakui “Dengan diberikan bantuan ini, kami dapat mengarahkan kepada kemandirian usaha dan hal itu sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Berita Terkait :  Taiwan kembali pamerkan berbagai produk inovatif di Indonesia Infrastructure Week

 

KTH Alam Roban merupakan satu dari sekian banyak Kelompok Tani Hutan (KTH) yang terletak di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih. Berada di bentangan Hutan Roban, KTH Alam Roban terbilang aktif dan produktif dalam melakukan budidaya lebah liar dengan spesies Apis Cerana.

 

Melihat potensi tersebut, Askrindo mencoba untuk memberikan dukungan untuk memberdayakan KTH Alam Roban dalam program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) berkelanjutan.

 

Pada bulan Februari tahun 2021 lalu, Askrindo memberikan bantuan berupa 255 buah kotak sarang lebah kepada KTH Alam Roban yang beranggotakan 17 orang. Hal itu dilakukan guna meningkatkan kapasitas produksi madu dari KTH Alam Roban.

 

Saat ini, ketika menjelang musim panen mulai terlihat peningkatan kapasitas produksi dari yang sebelumnya satu orang hanya mampu menghasilkan maksimal 15 botol madu ukuran 460ml dari lima kotak sarang, sekarang menjadi 45 botol madu dari 15 kotak sarang.

Berita Terkait :  Icure peroleh persetujuan obat untuk Alzheimer di Korea

 

Berdasarkan peningkatan tersebut, Askrindo kembali memberikan bantuan kepada KTH Alam Roban pada Sabtu (25/9) kemarin.

 

Direktur Utama, Priyastomo, mengatakan dalam mendukung terwujudnya Tujuan Pembangungan yang berkelanjutan (TPB), Askrindo turut serta berpartisipasi dalam TPB No. 8, yakni Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan ekonomi melalui program TJSL yang dilaksanakan ini.

 

Melalui program pemberdayaan ini, kami cukup concern agar para pembudidaya lebah liar di KTH Alam Roban mampu menuju tahap kemandirian,” kata Priyastomo.

 

Kemudian Kun juga menegaskan, “Lewat program yang sudah kami rancang seperti peningkatan kapasitas produksi, pendampingan, bantuan sarana produksi, sampai pada pembuatan merk dagang dan izin produk. Kami akan berupaya sampai nantinya KTH Alam Roban ini mampu naik kelas dan mampu dikenal dengan produk madu Mak Lebah nya, ujar Priyastomo panjang lebar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita telah di terbitkan oleh Sumber Berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2021 PT KREASIK KARYA MEDIATAMA | Kreasik Network